HUKUM DAN KRIMINAL NEWS SUMBAWA

Kendarai Motor Tanpa Plat, Pelajar di Taliwang Tabrak Anggota Sat Lantas Polres KSB

Sumbawa Barat, Magaparangnews – Seorang Pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Taliwang menabrak petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumbawa Barat yang sedang laksanakan tugas, Jum’at (05/08/2022).

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Raya Taliwang tepatnya di simpang bari Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Kecelakaan ini melibatkan sebuah sepeda motor tanpa plat yang dikendarai seorang pelajar inisial FD (16).

Sementara Kasat Lantas Polres Sumbawa Barat AKP Made Sugiarta, SH., dikomfirmasi media ini membenarkan kejadian tersebut. Katanya, kecelakaan tersebut mengakibatkan korban mengalami patah tulang pada tangan kanan dan saat ini di rujuk ke RS Bhayangkara Mataram.

“Unit Gakkum Satlantas Polres Sumbawa Barat sudah menangani, sementara kita proses sesuai hukum dan sementara dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti,” jelas Perwira Polres ini.

Terpisah Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Heru Muslimin, SIK.,MIP melalui Kasi Humas polres Sumbawa Barat IPDA Eddy Soebandi, S.Sos mengingatkan para orang tua untuk tidak mengizinkan anak yang masih di bawah umur membawa motor untuk keperluan apapun karena dapat membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain.

“Karena kalau sudah terjadi seperti ini siapa yang berani tanggung jawab dan siapa yang salah silahkan publik menilai,” tegas Kasi Humas Polres.

Menurutnya, kasus kecelakaan yang terjadi di Taliwang dengan anak di bawah umur bisa saja dikenakan beberapa pasal. Di antaranya pasal 281 karena mengendarai motor tanpa SIM dengan pidana penjara paling lama 4 bulan atau denda Rp 1 juta.

“Belum lagi jika pengendara di bawah umur menyebabkan kecelakaan dan jatuh korban di pihak lain, pengendara anak-anak ini dapat dikenai beberapa pasal,” ucapnya.

“Misalnya dalam pasal 310 ayat 1 sampai 4 yang mengatur denda dan kurungan apabila menyebabkan korban luka ringan, berat, sampai meninggal dunia. Denda mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 12 juta serta ancaman kurungan dari enam bulan sampai enam tahun tergantung pada penilaian hakim,” pungkasnya.

Untuk itu, sambungnya, hal ini sebagai bentuk edukasi kepada seluruh orang tua dan pemangku kebijakan bidang pendidikan untuk bersama sama memformulasikan aturan sekolah dan sanksi bagi siswa yang tidak patuh terhadap pelanggaran berlalu lintas. (Mn)

Related posts

Amman Mineral Siap Fasilitasi TPS Khusus untuk Dukung Pelaksanaan Pilkada

Redaksi Magaparang

Capai 2.282 Dosis Per Hari, Cakupan Vaksinasi di Sumbawa Barat Tertinggi

Redaksi Magaparang

Desa Dasan Anyar Gelar Panen Rakyat Tambak Udang, Bupati Apresiasi Keberhasilan Kades Solihin

Redaksi Magaparang

Leave a Comment