NEWS SUMBAWA

Harga Gabah Petani Anjlok, Begini Sikap Ketua DPC MOI KSB

Sumbawa Barat, Magaparangnews — Anjloknya harga gabah, tentunya membuat para Petani di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengeluh. Bagaimana tidak, selain di beli dengan harga murah, padi pun di jual dengan harga sekitar kurang lebih Rp.3000,- / kg. Padahal sebelumnya pemerintah setempat telah menetetapkan harga gabah di angka Rp. 4200,- / kg untuk kadar air 20 persen.

Bahkan, menjelang musim panen ke-2 ini, masih banyak petani yang belum mampu menjual gabahnya karena tidak adanya pengepul yang akan membelih gabah mereka pasca panen tersebut.

Kenyataan ini, yang kemudian membuat Dewan Perwakilan Cabang Perkumpulan Pengusaha Media Online Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat (DPC MOI KSB) yang dinahkodai oleh Irawansyah S.Pd turut bersedih. Mereka yang tadinya bungkam, kini mulai angkat bicara.

Tidak tanggung – tanggung, DPC MOI KSB meminta agar Pemerintah Daerah dan DPRD agar dapat berinovasi sehingga permasalahan klasik yang selalu merugikan para petani tersebut tidak berlarut-larut dan bahkan dapat segera teratasi.

Ketua DPC MOI KSB, Irawansyah S.Pd mengatakan dengan anjloknya harga gabah petani tersebut, pemerintah daerah harus segera melakukan intervensi agar petani tidak merugi. Hal seperti ini harus di atensi dan tidak bisa dibiarkan.

“Dalam bulan ini, para petani kita sudah hampir selesai panen yang ke-2, Akan tetapi harga gabah petani bukannya stabil malah semakin anjlok. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut larut, kasihan para petani,” beber Irawansyah.

Beberapa hari ini, kata Irawansyah, dirinya secara pribadi telah melihat postingan dan berbagai komentar terkait turunnya harga gabah. Namun realitanya bahwa ini berlaku secara nasional. Maka dari itu, Ada baiknya pemda memberikan solusi pasti dan berinovasi seperti mengajak petani kita untuk coba keluar dari zona biasa yang hanya menanam padi.

“Kita ambil contoh di Kabupaten tetangga kita, yakni Sumbawa, selain padi, disana juga petaninya selalu menanam jagung, hal itu dikarenakan mereka tahu harga jagung cenderung stabil dan naik. Contoh lainnya di Kabupaten Bima, disana para petaninya identik dengan menanam bawang yang harganya cendrung naik dan stabil,” jelasnya.

Bahkan, imbuhnya lagi, dirinya coba menjelaskan bagaimana kejadian yang lalu, dimana Malaysia mengirimkan orang-orang untuk belajar dari indinesia. Setelah mereka menguasai ilmunya kini Malaysia menjadi negara maju dengan indeks pendidikan yang mumpuni.

“Langkah yang diambil oleh Malaysia pada tempo dulu harus dilakukan oleh Pemda Sumbawa Barat,” ungkap Irawansyah yang juga menjabat sebagai Ketua PW MOI KSB dan Plt Ketua DPC MOI Sumbawa.

Maka dari itu, katanya, Pemda sesegera mungkin kumpulkan para insinyur pertanian dan ahli tanah untuk mengembangkan keahlian mereka. Kirim mereka ke tempat-tempat yang sukses menerapkan pertanian selain padi.

Selain itu, gunakan desa-desa tertentu untuk dijadikan desa percontohan. Kirimkan petani di desa tersebut ketempat yang direkomendasikan oleh insinyur yang telah ditugaskan untuk menjalankan misi ini.

“InsyaAllah, dalam waktu dekat ini saya akan bersurat kepada Bupati Sumbawa Barat agar beliau membentuk Tim Kerja Untuk menjalankan misi ini. Tim yang terbentuk ini tentunya bukan yang mengatur pengmanan harga gabah yang ujung-ujungnya mengeluarkan uang daerah untuk subsidi,” pungkasnya.(Mn-Wend)

Related posts

Penambangan Ilegal Marak Terjadi di Jereweh, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku

Redaksi Magaparang

Bagi Pelaku Korupsi Dana Covid-19, Pidana Mati Menanti

Redaksi Magaparang

Siap-Siap, Perekrutan CPNS Dimulai Maret 2021

Redaksi Magaparang

Leave a Comment