NEWS SUMBAWA

Pers Dilindungi UU, Stop Aksi Kekerasan dan Ancaman Terhadap Wartawan

Sumbawa Barat, Magaparangnews – Sekretaris Jendral DPC Media Online Indonesia (MOI), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Zulkifli Bujir, mengecam keras terhadap pelaku yang menghabisi nyawa korban Marsal Harahap, Pimred dan sekaligus CEO Media Lassernewstoday.com yang dikabarkan tewas di dekat rumahnya.

Hal itu disampaikan, dikarenakan kasus kekerasan dan ancaman terhadap wartawan dan pimpinan media marak terjadi diberbagai kota di Indonesia. Sementara profesi wartawan dilindung UU dan Pers itu sendiri merupakan pilar ke empat demokrasi.

“Ini menjadikan tugas berat aparat untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan, dimana profesi seorang wartawan dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers seharusnya tidak saja dijamin tapi mendapat perlindungan hukum saat menjalankan tugas profesinya sebagai seorang wartawan di lapangan, ungkap Zulkifli Bujir, S.Sos saat ditemui media ini, Senin sore (21/6/2021).

Zulkifli Bujir, S.Sos Sekjen DPC MOI Kabupaten Sumbawa Barat

Belakangan ini, katanya, aksi kekerasan terhadap seorang wartawan sudah sangat sering terjadi dan hampir disemua daerah, baik itu dilakukan oleh pihak pihak tertentu yang tak menyenangi masalahnya diungkap oleh pers.

“Oleh karena itu, kepada wartawan selain diingatkan agar berhati hati saat bertugas dan lebih menomorsatukan keselamatan jiwa daripada sebuah berita yang saat mendapatkannya taruhan nyawa menjadi taruhannya,” harap Bang Kief akrab pria ini disapa.

Lebih jauh dijelaskannya, ancaman terhadap profesi seorang wartawan semakin nyata padahal sebagaimana UU 40/1999 tentang pers, profesi ini dijamin dan mendapat perlindungan hukum.

“Tapi hari ini kita menyaksikan betapa mudah kejahatan menghukum seorang wartawan hanya karena gara gara sebuah berita, mari jadi warga yang cerdas dan jangan main hukum sendiri,” kecam Bang Kief.

Padahal bila ada berita yang salah atau tidak sesuai informasi yang benar, sambung Bang Kief, masyarakat dapat membuat keberatan melalui hak jawab ke media bersangkutan dan itu sudah diatur dalam UU No 40 Tahun 1999 tentang pers.

Zulkifli Bujir saat konferensi pers dengan sejumlah awak media di KSB

“Karena media yang tak menayangkan hak jawab, Penjab/Pimrednya terancam hukuman kurungan 6 bulan penjara atau denda Rp500 juta. Jadi bukan menghabisi nyawa wartawan yang membuat beritanya,” sebut Bang Kief yang juga CEO Media Focus NTB.

Untuk itu, tegas Bang Kief, DPC MOI KSB mengecam keras dan mengharapkan aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dan pelaku serta motif melatarbelakangi korban sehingga mati terbunuh mengenaskan saat menuju kediamannya.

“DPC MOI KSB, turut Berdukacita semoga arwah Marsal Harahap, diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga Marsal Harahap tabah dan bersabar atas musibah ini. Selamat jalan saudaraku, beristirahatkah dengan tenang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Marasalem Harahap atau akrab disapa Marsal, sebagaimana diketahui selama ini adalah seorang wartawan sekaligus pemilik media online di Pematang Siantar, Sumatera Utara, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.(MN-Wend)

Related posts

Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Desa Belo Jereweh Serahkan Bantuan Sembako, Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19

Redaksi Magaparang

Jokowi Blak-blakan soal BLT Guru Honorer Rp 1,8 Juta

Redaksi Magaparang

Ketua LATS Jereweh Tuding PT AMNT Minim Kontribusi

Redaksi Magaparang

Leave a Comment