HUKUM DAN KRIMINAL NEWS SUMBAWA

Penambangan Ilegal Marak Terjadi di Jereweh, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku

Jereweh, Magaparangnews –Penambangan ilegal batu mangan kembali marak terjadi di Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Selain diduga ilegal, aktifitas penambangan batu mangan ini juga masuk dalam kawasan hutan lindung.

Terkait hal itu, tokoh masyarakat Jereweh Mikail angkat suara dan minta kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan melakukan penindakan hukum dilapangan.

“Penambangan batu mangan ini selain diduga ilegal, juga menyalahi aturan tentang wilayah pertambangan yang diperbolehkan untuk ditambang. Dari titik koordinat penambangannya sudah jelas-jelas masuk dalam kawasan hutan lindung,” ungkap tokoh masyarakat Jereweh Mikail kepada media Magaparang News pada, Selasa 25 Mei 2021.

Hasil mineral tambang batu mangan yang dikeruk oknum penambang ilegal di kawasan hutan lindung Desa Belo Jereweh

Menurut Mikail, kawasan hutan lindung secara aturan tidak boleh ditambang dan diduga kuat mereka tak memiliki Izin usaha pertambangan (IUP), izin pertambangan rakyat (IPR), ataupun izin usaha pertambangan khusus (IUPK) seperti yang dipersyaratkan UU.

“Sehingga diharapkan pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan, karena penambangan secara ilegal merupakan perbuatan tindak pidana seperti diatur dalam Pasal 158 Nomor 4/2009 tentang Minerba,” jelas Mikail.

Lebih jauh Mikail menjelaskan, pelaku dapat dijerat dengan pasal 158 dan 161 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara juncto pasal 1 huruf b Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 tahun 1980 tentang penggolongan bahan-bahan galian.

“Kami minta pihak kepolisian untuk segera menindak tegas dan menangkap siapa saja aktor yang terlibat didalamnya dan termasuk oknum yang memback up kegiatan ilegal ini,” tegasnya.

Berdasarkan informasinya, kata Mikail, bahwa rencananya besok mereka akan melakukan pengiriman bahan mineral hasil tambangnya ke luar daerah melalui jalur transportasi darat.

“Kami minta pihak kepolisian bergerak cepat dan menghentikan segala aktifitasnya. Apalagi usaha pengiriman dan penjualan mangan ilegal ini berpotensi menimbulkan kerugian negara. Dan batu mangan itu juga tidak dapat dikirim karena diduga tanpa mengantongi izin usaha pertambangan operasi produksi khusus pengangkutan dan penjualan,” ulas Mikail.

Terakhir disampaikan Mikail, untuk kita ketahui bersama bahwa persoalan tambang ilegal itu bukan delik aduan. Kalau dalam hukum delik aduan mesti ada pengadu.

“Nah ini adalah delik umum atau delik biasa. Artinya pihak kepolisian tanpa laporan pun bisa menindak, kalau ada aktivitas tambang ilegal. Apalagi yang terjadi di depan mata,” tutup Mikail mengakhiri statementnya.(Mn-Wend)

Related posts

Demo UU Cipta Kerja Kembali Digelar di Depan Kantor Gubernur

Redaksi Magaparang

Rayakan Ulang Tahun, Rizky Billar Bagi-Bagi Sembako Satu Truk

Redaksi Magaparang

Jokowi Blak-blakan soal BLT Guru Honorer Rp 1,8 Juta

Redaksi Magaparang

Leave a Comment