NEWS PEMERINTAH DESA SUMBAWA

Pemdes Dasan Anyar Update Data Kependudukan Warga, Melalui Program 100 Hari Kerja

Jereweh, Magaparangnews – Dalam rangka menyukseskan Program 100 Hari Tuntas Administrasi, Pemerintah Desa Dasan Anyar Kecamatan Jereweh, mengajak seluruh masyarakat desa untuk melakukan update data kependudukan.

Dimana program tersebut, merupakan bagian dari visi misi Kades Muhammad Solihin yang bertujuan untuk menvalidasi data jumlah penduduk yang ada di Desa Dasan Anyar.

“Update data kependudukan diharapkan dapat menambah ke akuratan data yang diperoleh, baik jumlah penduduk menurut jenis kelamin, jenis pekerjaan, warga pendatang yang berdomisili di RT setempat serta penduduk lahir dan mati,” ungkap Kades Dasan Anyar Muhammad Solihin saat ditemui media ini diruang kerjanya, Kamis pagi (29/04/2021).

Kepala Desa Anyar Kecamatan Jereweh, Muhammad Solihin

Menurut Kades Dasan Anyar, dalam updateting data kependudukan ini, ketua RT diberikan tugas untuk mengisi blanko yang telah disediakan oleh Pemerintah Desa.

“Tim yang kami bentuk yang unsurnya terdiri dari RT dan Kadus nantinya akan turun langsung ke rumah-rumah warga melakukan pendataan,” Jelas Kades Solihin akrab disapa.

Update Data kependudukan seperti, KK, KIA, Akte Kelahiran dan Akte Kematian agar data kependudukan menjadi akurat dan mukhtahir.

“Sehingga melalui program 100 hari tuntas administrasi, diharapkan masyarakat semakin sadar akan penting pemuktahiran data kependudukan,” ulas Kades Solihin.

Masih keterangan dari Kades Solihin,
niat program ini semata-mata ingin membantu masyarakat. Jadi Pemdes membebaskan pembuatan administrasi secara gratis (pemutihan) tanpa dipungut biaya.

“Semua bentuk administrasi kami gratiskan, pastikan setiap warga memiliki KTPel dan pastikan anak-anak anda memiliki KIA. Dan pastikan juga data yang diberikan sesuai dengan tempat tinggal,” harap Kades Solihin kepada warganya.

Senada dengan Sekdes Dasan Anyar, Darmansyah yang sempat dikomfirmasi media ini mengatakan, program 100 hari kerja ini merupakan visi misi Kepala Desa tentang tatanan pelayanan prima, cepat dan tepat.

Sekretaris Desa (Sekdes) Dasan Anyar, Darmansyah atau Dores

“Tekad pak kades ingin menghadirkan pelayanan yang afektif dan efisien, karena sebagai seorang Kepala Desa beliau sadar bahwa kodrat menjadi pemimpin adalah pelayan bagi rakyat, dan rakyat jangan dipersulit,” ungkap pria yang akrab disapa Dores ini.

Ia juga mengatakan, program 100 hari kerja ini terkait indentitas masyarakat yang tidak memiliki kelengkapan administrasi.

“Sehingga kedepan sudah tidak ada lagi masyarakat yang tidak memiliki identitas, identitas ini sangat penting sebagai tanda pengenal dan suatu waktu dapat digunakan ketika ada program yang turun dari pusat.

Lebih jauh Dores menjelaskan, seperti persyaratan untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos), masyarakat  diwajibkan melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat pengambilan.

“Sayangnya masih ada sebagian warga yang belum mendapatkan bansos karena tidak mempunyai  identitas atau KTP, tentu ini sangat kita ingin perbarui,” cetus Dores.

Dijelaskan juga oleh Dores, dalam program 100 hari kerja ini, Pemdes Dasar Anyar membebaskan pembuatan administrasi secara gratis atau diputihkan.

“Sehingga tidak ada lagi kesan dalam kepengurusan KK dan KTP dipersulit dan dipungut biaya, karena inilah alasan mendasar kemudian warga malas mengurus administrasi dimaksud. Pada intinya, Pemdes Dasan Anyar ingin berikan yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.

Terpisah Kasi Pemerintahan Desa Dasan Anyar, Yuni Yulianti S.Pi mengungkapkan, masyarakat diharapkan bisa bersinergi dan membantu tim Pemerintah Desa dalam melengkapi segala bentuk administrasi dokumen kependudukan.

Nampak Kasi Pemerintahan Desa Dasan Yuni Yulianti, S.Pi saat mensosialisasikan program 100 hari tuntas admnistrasi kepada warga

“Sebab, dokumen Kependudukan merupakan dokumen yang sangat penting bagi masyarakat yang perlu dimiliki oleh setiap orang. Khususnya bagi warga Desa Dasan Anyar,” bebernya.

Menurut dia, dokumen yang dimaksud adalah, akta kelahiran, kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), akta kematian, hingga Kartu Identitas Anak (KIA).

“Khusus untuk akta kematian, seluruh RT akan lebih gencar memberikan sosialisasi mengenai pentingnya kepemilikan akta kematian. Kemudian setiap warga diminta berperan aktif melaporkan jika ada warganya yang meninggal, agar bisa kami laporkan kepada pihak Disdukcapil untuk segera dibuatkan Akta Kematian,” paparnya.

“Selain berguna untuk mengecek update jumlah penduduk, akta kematian juga berperan penting dalam administrasi penerima Bantuan Sosial,” ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya akta kematian, ketika ada pemilihan umum, orang yang bersangkutan agar tidak lagi mendapat surat panggilan memilih. Akta kematian adalah salah satu dokumen yang sangat penting.

“Ini yang perlu diperhatikan para ketua RT untuk terus disosialisasikan, karena jika tidak dilaporkan, datanya masih tercantum didata kependudukan,” tandas Kasi Pemerintahan Dasan Anyar ini.(MN)

Reporter : Raden Sujono (Jefi)

Related posts

Bantu Warga Binaan, Bhabinkamtibmas Desa Belo Jereweh Ikut Gotong royong

Redaksi Magaparang

Dandim 1628/Sumbawa Barat Raih Penghargaan Terbaik 3 Se – NTB

Redaksi Magaparang

Tokoh Buruh Muchtar Pakpahan Tutup Usia

Redaksi Magaparang

Leave a Comment