HUKUM DAN KRIMINAL NEWS SUMBAWA

UPTD Pasar Jereweh Kian Tidak Terawat, Sejumlah Ruko Dirusak dan Dijebol

Jereweh, Magaparangnews — UPTD Pasar Jereweh pasca dibangun melalui APBD KSB tahun 2017 semakin tidak terawat. Keberadaannya saat ini sangat memprihatinkan karena minimnya pemeliharaan oleh Kepala Pasar yang ditunjuk pemerintah.

Selain itu, beberapa ruko yang disewakan kepada sejumlah oknum pelaku usaha terindikasi dirusak dan dijebol tanpa sepengetahuan Pemerintah Daerah Sumbawa Barat.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan kepada media Magaparang News, Selasa malam (24/04/2021), bahwa sejumlah ruko dipasar diduga dirusak oleh pelaku usaha dengan cara menjebol ruko tanpa sebelumnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan dinas terkait dan patut diduga mulusnya tindakan pembobolan ruko pasar bekerjasama dengan oknum Kepala UPTD Pasar Jereweh setempat.

Fasilitas kamar mandi yang sudah tidak difungsikan sebagaimana mestinya

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil investigas dilapangan ditemukan ruko yang dirusak dan dijebol jumlahnya variatif.

“Ada pelaku usaha yang menyewa ruko dua ruangan kemudian dijebol ruko tersebut menjadi satu, dan ada ruko empat ruangan yang dijebol menjadi satu ruangan untuk memperluas lokasi usahanya,” bebernya secara rinci.

Sejumlah penyewa ruko sepertinya kurang faham aturan, lanjutnya menjelaskan, bahwa setiap fasilitas publik yang dibangun dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak semudah itu dirusak karena itu aset daerah.

Terlihat tiang ruko yang sudah keropos dan saluran irigasi pasar yang tertutup batako

“Ini kan aset pemerintah daerah, bukan fasilitas milik swasta ataupun pribadi sehingga ruko dijebol sembarangan. Maka siapa saja yang merusak aset daerah, ada sanksi hukumnya dan wajib mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tegas warga ini.

Seperti temuan dilapangan, atas pengrusakan dan penjebolan ruko pasar oleh oknum pemilik Koperasi Syariah “Amanah Mekar Mandiri. Fakta dilapangan, Koperasi ini diduga menjebol 4 buah ruko yang kemudian dijadikan satu ruangan sebagai kantornya.

Koperasi yang diduga merusak dan menjebol 4 buah ruko menjadi satu ruangan kantor

“Sehingga disimpulkan, tindakan yang dilakukan oknum pengusaha koperasi tersebut sudah jelas dengan sengaja ingin melawan hukum dan sudah masuk kategori pidana apalagi yang dirusak adalah fasilitas umum yang merupakan aset Pemda KSB.

Benar penjebolan ruko tersebut dalam rangka memperluas lokasi usaha dan kantor, yang walaupun setelah dibobol dan dirusak kemudian perbaiki, namun perbuatannya tidak dibenarkan oleh aturan. Dimana tindakan pengrusakan aset daerah merupakan perbuatan melanggar hukum dan merugikan daerah.

Foto temuan lapangan dua buah ruko yang dijebol salah satu pelaku usaha menjadi satu ruangan

“Yang dirusak kan aset pemda, artinya fasilitas negara. Sudah jelas unsur pidananya, saya berharap pelaku segera di tangkap dan dipenjarakan guna memberi efek jera”, tegasnya dengan kecewa.

Selain itu ia juga berharap, agar pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah serius dan turun mengecek ke lokasi pasar. Karena jika dibiarkan, akan semakin banyak ruko pasar yang dijebol dan dirusak untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

“Kita ingin putus mata rantainya, karena monopoli ruko dapat menutup kesempatan dan ruang bagi orang lain untuk berusaha dipasar. Dan kita desak oknum Kepala UPTD pasar diganti, karena kita pandang tidak amanah dan serius dalam mengurus dan mengelola pasar sebagaimana mestinya,” pungkasnya menutup statementnya malam ini.

Sampai berita ini diturunkan, pihak koperasi yang coba dikomfirmasi media Magaparang News belum juga mau memberikan klarifikasi terkait pembobolan dan pengrusakan aset Pemerintah Daerah di UPTD Pasar Jereweh.

Setelah mendapat informasi dari warga, jajaran media Magaparang News langsung menurunkan tim untuk melakukan investigasi di lapangan guna memastikan kondisi real. Untuk diketahui, Tim media ini turun selama satu hari melakukan investigasi sehingga ditemukan beberapa fakta-fakta sesuai dengan laporan dari warga. (Mn-Wendy/Jefi)

 

Related posts

Instansi Diminta Serahkan Soal Ujian SKB CPNS dan PPPK Maksimal Awal Juni

Redaksi Magaparang

Fitra Temukan Potensi Korupsi Anggaran Penanganan Covid-19

Redaksi Magaparang

Presiden LSM LIRA HM, Jusuf Rizal Angkat Bicara Terkait Calon Sekda Garut

Redaksi Magaparang

Leave a Comment