NEWS PEMERINTAH DESA SUMBAWA

Kades Goa Tegaskan Rekrutmen Kadus Mutiara Sesuai Mekanisme, Tim Pansel : Tidak Ada Nepotisme

Jereweh, Magaparangnews — Kepala Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Baihaqi menegaskan bahwa rekrutmen Kepala Dusun Mutiara berlangsung secara transparan dan sesuai mekanisme. Pernyataan Kades tersebut sekaligus menepis rumor adanya tuduhan nepotisme dalam hasil seleksi tersebut.

Meskipun semua tahapan sesuai mekanisme dan aturan, namun sejumlah warga tetap ngotot melakukan aksi protes di kantor desa goa karena merasa tidak puas dengan hasil pengumuman tim pansel.

” Terutama yang kami sesalkan, adanya keterlibatan oknum anggota BPD yang kebetulan pegawai negeri sipil (PNS) ikut hadir dalam aksi itu, yang seharusnya oknum anggota BPD duduk bersama kepala desa memberikan penjelasan kepada warga tentang duduk persoalan,” ungkap Baihaqi Kepala Desa Goa kepada media Magaparang News, Sabtu (10/04/2021).

Nampak sejumlah warga yang melakukan aksi di kantor desa goa menggunakan celana pendek

Kades Baihaqi berpandangan, seharusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) disebuah sekolah dan menyandang gelar S2 faham terkait peran dan fungsi dari BPD itu sendiri. BPD diharapkan menjadi penengah, bukan terkesan memprovokasi suasana menjadi panas dan sifatnya tendensius sehingga menghilangkan marwah Pemerintah Desa Goa.

” BPD itu mitra kerja kepala desa, BPD ini filter kepala desa dan BPD ini pemberi solusi ketika kepala desa tidak bisa hadir. Saat ada persoalan maka BPD tampil didepan membantu Pemerintah Desa, itu yang semestinya dilakukan bukan kesannya malah menjadi provokator hingga dapat menyulut reaksi warga,” jelas kades Baihaqi yang memiliki back ground aktivis ini.

Lebih jauh Kades Baihaqi mengemukakan, bahwa diduga kejadian aksi kemarin ditunggangi oleh beberapa pihak yang berkepentingan.

” Selain keterlibatan oknum anggota BPD, ada juga keterlibatan mantan staf desa (kasi keuangan) era Pemdes Goa sebelumnya dan termasuk mantan kadus mutiara yang ikut melibatkan diri didalam aksi kemarin,” terang kades Baihaqi.

Sambung Kades, terkait masalah seleksi pansel, bahwa Pemdes Goa saat ini hanya mengacu kepada PP 43 tahun 2014, dimana dalam pasal 66 ayat a Kepala Desa melakukan penjaringan n penyaringan atau seleksi perangkat desa.

” Yang perlu digaris bawahi, pansel itu ruangnya kepala desa dan tidak ada penambahan atau garing pemerintah desa. Disini khusus berbicara tentang kewenangan dan hak prerogatif kepala desa,” imbuhnya.

Lebih jauh Kades Baihaqi mengemukakan, tim yang dibentuk bukan seperti yang mereka sampaikan harus terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain sebagainya. Namun pembentukan panitia merupakan kewenangan seorang kepala desa bukan Pemerintah Desa.

” Didalam Permendagri No 67 tahun 2017 jelas disebutkan, bahwa kepala desa membentuk tim pansel yang terdiri dari ketua, sekretaris dan minimal satu anggota,” tutur Kades Baihaqi yang dikenal vocal ini.

Terakhir ia menyampaikan, kepala desa dituntut agar selektif dalam mengangkat calon kadus, yang punya loyalitas dan integritas menjadi skala prioritas sebagai penunjang kinerja kepala desa. Kemudian sebagai kepala desa, sebagai panitia dan sebagai warga negara kami tidak punya hak untuk melarang siapapun yg ingin mendaftar.

” Karena sebagaimana yang termaktub dalam UU 45 pasal 27 ayat 2, bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan dengan layak,” pungkas Kades Baihaqi.

Terpisah, Ketua Tim Pansel Marzukin Fahri, S.Sy., SH bahwa dalam proses prekrutan Kadus Mutiara tidak ada unzur nepotisme karena telah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku.

Marzukin Fahri, S.Sy., SH Ketua Pansel seleksi kadus yang juga Sekdes Desa Goa

” Saya tidak melihat ada indikasi nepotisme, karena panitia sudah lebih awal dibentuk. Semua tahapan dilakukan secara transparan dan tidak ada proses yang diciderai,” kata Fahri yang juga Sekdes Goa.

Ia menambahkan, kami tidak mungkin melarang ketika ada pendaftar yang notabene memiliki hubungan keluarga atau darah dengan kami. Dan selama memenuhi syarat administrasi pendaftaran maka tentu panitia akan menerima berkas lamarannya.

” Saya harap kita objektif dan mengedepankan rasionalitas dalam melihat persoalan ini, dan saya juga tidak sendiri dalam tim pansel dan ada orang yang lain juga, seperti klausul yang terdapat dalam Permendagri ,” ulasnya.

Kemudian kadus yang terpilih, murni karena kompetensi dan kemampuan pribadinya dan kami pastikan tidak ada rekayasa dalam tata cara penyeleksian mulai dari awal tahapan hingga akhir.

” Mari kita berpikir positif dan menerima hasil keputusan tim pansel, karena itu pilihan terbaik untuk dusun mutiara kedepannya. Apalagi Kadus terpilih memenuhi semua kriteria, beliau selalu tampil dikegiatan masyarakat, acara kawinan, acara keagamaan. Bukan karena faktor keluarga, namun karena kompetensi dan nilai tesnya menyaingi saingannya,” tutup Marzukin Fahri yang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Malang ini. (MN)

Reporter : Raden Sujono (Jefi)

 

Related posts

KSB Raih Penghargaan Dari KASN Dengan Predikat Baik

Redaksi Magaparang

Penerapan Roster Kerja Baru PT. AMNT Merugikan Pekerja

Redaksi Magaparang

Sandi Yakin Bangkitkan Pariwisata Lewat Filosofi Jaket Biru

Redaksi Magaparang

Leave a Comment