NEWS SUMBAWA

Zulkifli Bujir : Menjadi Pemimpin Harus Siap Dikritik dan Dihujat

Sumbawa Barat, Magaparangnews – Tokoh pemuda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Zulkifli Bujir menyampaikan bahwa menjadi seorang pemimpin harus siap segalanya. Termasuk siap dikritik ataupun dihujat oleh publik.

Menurut dia, pejabat pemerintahan sebagai wilayah publik seharusnya tidak mempermasalahkan adanya kritik masyarakat.

” Pemimpin harus siap diapakan saja, dihujat, dikritik. Pemimpin harus siap menanggung segalanya. Karena begitulah kodrat menjadi seorang pemimpin, suka atau tidak,” ujar Zulkifli Bujir kepada media ini melalui via WhatsApp, Sabtu pagi (28/3/2021).

Lanjut Zulkifli Bujir yang juga CEO dari media Focus NTB ini, Seorang pemimpin yang tak siap dikritik, berarti tidak sadar sedang menjalankan amanat publik. Jabatan publik itu harus menerima kritik jika tidak sesuai dengan harapan publik.

“Jika tak ingin kena ombak jangan mendirikan rumah di pantai. Bila tak siap diawasi dan diingatkan, jangan jadi pemimpin, Kira-kira begitu,” tandas Bang Kief akrab disapa.

Disampaikan Bang Kief, Siapa pun yang menjadi pejabat, punya tugas dan tanggung jawab harus selalu siap dan membiasakan diri untuk dikritik maupun di-bully

“ Ada yang namanya check and balances. Jangan lupa seorang presiden, Gubernur, dan Bupati wajib dikontrol pers, NGO, dan rakyatnya. Yang penting, yang pegang kekuasaan itu harus bisa kontrol dirinya sendiri,” jelas Bang Kief.

Bang Kief kembali menegaskan bahwa kritik merupakan proses demokrasi dalam bernegara dan sudah ada sejak dulu.

” Kritik itu bukan hal baru. Kalau berada di wilayah publik maka dia harus siap untuk menjadi kotak pos kritik dari siapa pun,” papar Bang Kief.

Ia juga menjelaskan, berbagai kritikan selama ini merupakan konsekuensi sebagai seorang pemimpin dalam setiap kebijakan yang diambil.

” Bila ungkapan disampaikan dengan akademik, baik-baik saja. Bila ungkapan kritik diungkapkan secara kasar itu ekspresi kemampuan dia (pengkritik) dalam mengungkapkan,” sambungnya.

Terakhir Bang Kief menyampaikan, Setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat dan berhak mengkritik. Dan kalau berada di ranah publik harus mau dikritik, bahkan dicaci maki pun harus juga siap.

“ Ya inilah wilayah publik. Kalau di wilayah publik jangan minta dipuji saja. Di wilayah publik itu harus siap dicaci maki, diminta turun naik, karena itu prinsipnya sama, dicaci tidak tumbang, dipuji tidak terbang,” pungkasnya.(MN)

 

Reporter : Raden Sujono (Jefi)

Related posts

Jembatan Kayu Yang Hampir Roboh Dikeluhkan Warga Semaya

Redaksi Magaparang

Kades Mantun Mengucapkan Selamat Atas Dilantiknya H.W.Musyafirin dan Fud Syaifuddin Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat Periode 2021-2025

Redaksi Magaparang

Bupati Lombok Utara Ajak Aparatur Pemerintah Bersinergi Dukung Program Pembangunan Daerah

Redaksi Magaparang

Leave a Comment