NEWS SUMBAWA

Zulkifli Bujir Nilai Program Industrialisasi Doktor Zul Gagal Total Di NTB

Sumbawa Barat, Magaparangnews — Program industrialisasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB ), dua tahun terakhir dinilai masih gagal. Pasalnya, terkait arah dan kebijakan program industrialisasi yang selalu digaungkan Gubernur Zul masih belum jelas .

Belum lagi banyak anggaran yang keluar dengan mengatasnamakan program industrialisasi, sementara arahnya sampai sejauh ini masih terkesan buram.

“ Gubernur Zul harus mau terima kritikan, sehingga ada kerangka evaluasi terkait program Industrialisasi ini. Jangan klaim motor listrik dan teh kelor sebagai program Industrialisasi, karena kedua program itu tetap bisa jalan meski tanpa keterlibatan pemprov,” kata Zulkifli Bujir, S.Sos Sekjen DPC MOI KSB kepada media ini melalui sambungan via whatsapp, Minggu (7/3/2021).

Ia mencontohkan, lihat saja sejumlah bahan pokok daerah yang masih disandarkan pemenuhannya melalui impor. Seharusnya, Gubernur Zul mengarahkan program industrialisasinya untuk mengatasi ketergantungan itu.

” Apa ini namanya industrialisasi, jika dari aspek impor saja kita masih bergantung dari luar NTB. Sampai disini pantas kita katakan kepemimpinan Gubernur Zul miskin ide dan tidak punya inovasi,” jelas Zulkifli Bujir Sekjen MOI KSB yang akrab disapa Bang Kief ini.

Masih keterangan Bang Kief, Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Zul sepertinya kebingungan arah mau dibawa kemana NTB ini. Karena Sejak kepemimpinan Bang Zul berjalan, nampak sekali masih belum jelas mau ke mana arah dan tujuannya, karena kepemimpinannya seperti kehilangan kompas atau petunjuk arah,” tegasnya.

“ Dan mari kita check bersama ke pasar, dimana tahun kemarin saya baru turun survey dari pasar, seperti bawang putih, telur, minyak, semua masih impor dari luar daerah, bagaimana mau menyatakan industrialisasi,” gerutunya.

Menurutnya, kepemimpinan Gubernur Zul setback dan suatu kemunduran besar dalam sejarah kepemimpinan NTB ini, seharusnya program Industrialisasi itu berkenaan dengan kepentingan rakyat sehari-hari.

“Alangkah baiknya, program industrialisasi difokuskan saja pada pemenuhan Sandang, Pangan, dan Papan agar lebih afektif bagi rakyat, sehingga cara kerja pemprov menjadi lebih konkret dan nyata dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” harapnya.

Ia juga menyampaikan, agar pemprov NTB dibawah kepemimpinan Gubernur Zul membuat penganggaran yang terarah sehingga dapat dievaluasi bersama sejauh mana capaian-capaiannya.

“ Apalagi itu sumbernya dari APBD, ada plafon prioritas dan tujuannya apa saja. Artinya program industrialisasi ala Gubernur Zul masih berada pada wilayah abstrak, sementara pemerintahan ini sudah berjalan untuk tahun ketiga.

Kemudian Ia juga mengingatkan Pemprov NTB, agar jangan sampai larut dalam narasi besar akan tetapi pada tataran implementasi masih nol besar serta bila ditinjau dari sisi azas manfaat program industrialisasi belum begitu maksimal dirasakan oleh masyarakat.

” Narasi saja yang besar, namun aktualnya masih tidak jelas, belum lagi anggaran besar terus dikuras hanya untuk membangun cerita keberhasilan yang sebenarnya belum ada hasil signifikan, artinya Gubernur Zul jangan ngomong besar seolah-olah industrialisasi sudah ada hasilnya, sedangkan aktual yang terlihat tidak ada, sehingga lebih baik terbuka saja pada rakyat NTB,” sesal Bang Kief.

Lanjut Bang Kief,  jika kita bandingkan dengan periode masa kepemimpinan Gubernur TGB HM Zainul Majdi sangat jauh berbeda, ukuran keberhasilannya TGB dapat dilihat secara nyata selama 2 periode pimpin NTB.

“ Misal, seperti program bumi sejuta sapi, sapinya ada dan jelas bisa kita dihitung, kemudian ada program rumput laut, rumput laut itu juga nyata ada,” terangnya.

Terakhir disampaikan Bang Kief, agar Gubernur juga harus berjalan dengan berpatokan pada RPJMD yang sudah ada dan saatnya pemerintah provinsi kembali kepada rel dalam bekerja ditahun 2021 ini.

“ Tidak boleh dia bekerja di luar RPJMD, karena seluruh janji politiknya tertuang disitu dan jika keluar daripada itu maka rakyat menjadi korban,” tutupnya dalam sambungan via whatsapp.

Sementara Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM yang coba dihubungi media ini juga belum memberikan klarifikasi sampai berita ini diturunkan.(MN)

 

Reporter : Raden Sujono (Jefi)

Related posts

Undian 16 Besar Liga Champions: Modal Apik Juventus untuk Hadapi Porto

Redaksi Magaparang

Abdul Rahman Dorong PT. AMNT Segera Tuntaskan Pembangunan Smelter Di Maluk

Redaksi Magaparang

Narasi Kampanye Paslon Firin-Fud Dikritisi Bawaslu Sumbawa Barat

Redaksi Magaparang

Leave a Comment