LOMBOK NEWS

Inspektorat Mataram Audit 4 Sekolah Terkait Penggunaan Dana Bos

Mataram, Magaparangnews 
Inspektorat Kota Mataram melakukan audit khusus terhadap 4 Sekolah yang ada di Kota Mataram dalam penggunaan Dana Bos. Pasalnya, diduga penggunaan dana bantuan operasi sekolah (BOS) tahun 2020 menyalahi aturan.

” Ditengah Pandemi saat ini, Penggunaan dana BOS sangat berpotensi disalahgunakan. Oleh karena itu, baik pengawasan dan pembinaan akan terus kami lakukan,” kata Inspektur Kota Mataram H.Lalu Alwan Basri kepada media ini.

Menurutnya, Sekolah yang kami lakukan audit khusus investigasi ada empat sekolah, yaitu SD dan SMP. Kami di inspektorat tidak hanya melakukan audit khusu tetapi juga audit reguler.

“Seluruh sekolah dibawah kewenangan kami, sejak awal kami ingatkan untuk hati-hati. Dan kami siap menerima konsultasi, jika dirasa masih ragu-ragu terkait penggunaan dana BOS dan tidak ada aturan yang mendasari,” jelasnya.

Disinggung soal sekolah mana saja yang diaudit dan seperti apa hasil audit tersebut, inspektur enggan mau menjelaskan dan menyebutkannya.

“ Yang kami audit ada empat sekolah, karena penggunaan tak sesuai maka perlu kami audit,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram M Taufik menjelaskan, terkait penggunaan dana BOS jangan sampai keluar dari aturan yang ada dan sudah sudah kami wanti-wanti.

“ Terkait hal ini, selalu kami sosialisasikan, bahkan sudah kami ingatkan kepada semua sekolah untuk hati-hati dalam penggunaan dana BOS.

Jika nantinya, ada sekolah yang menggunakan dana BOS tak sesuai aturan, maka Dinas Pendidikan Kota Mataram lepas tangan. Itu diluar tanggung jawab Dinas, namun menjadi tanggung jawab sekolah.

“ Kami persilahkan Inspektorat melakukan tugasnya untuk diberikan pembinaan,” paparnya.

Lanjutnya, Pemanfaatan dana BOS sudah jelas sesuai Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). Mulai dari pemenuhan kebutuhan pendidikan sekolah seperti pengadaan buku, pembayaran PTT dan GTT, pelaksanaan pengadaan ATK dan yang lainnya.

” Tidak boleh kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi untuk menguntungkan diri sendiri. Kami juga sudah sosialisasi dan mengingatkan setiap saat pelaksaan dan penggunaan dana BOS agar jangan sampai menyimpang dari aturan yang ada,” tegasnya.

Disampaikannya, dana BOSuntuk tahun 2021 ini belum cair. Otomatis honor bagi para guru tidak tetap sampai saat ini belum bisa dicairkan.

” Termasuk dengan dana tambahan pengahasilan (Tamsil) dari APBD. Sampai saat ini kedua hal itu belum dapat dicairkan,” tutupnya. (MN-Ft)

Related posts

Joehari Effendy Kades Desa Beru Jereweh Bangga, Tim Beru FC Raih Runner Up

Redaksi Magaparang

Tokoh Masyarakat Abdul Rahman, Puji dan Apresiasi Keberhasilan Desa Ai’ Kangkung Sebagai Tuan Rumah Kades Cup

Redaksi Magaparang

Desy Ratnasari-Rudy Gunawan Akan Maju di Pilgub Jabar, Ditanggapi Ketua DPW MOI Jabar

Redaksi Magaparang

Leave a Comment