NEWS

Kades Seloto Diduga Back Up Penambangan Pasir Ilegal PT Bunga Raya Lestari

Taliwang, Magaparangnews — Aktifitas penambangan pasir PT Bunga Raya Lestari (PT BRL) di sungai seloto terindikasi ilegal. Dan diduga kegiatan pengambilan material tersebut diback up oleh oknum Kepala Desa setempat.

Dari narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan bahwa aktifitas penambangan pasir ilegal diduga diberikan ijin oleh oknum Kepala Desa Seloto. Sementara terkait kegiatan penambangan pasir secara kewenangan ada di Pemerintah Provinsi.

” Sampai saat ini PT Bunga Raya Lestari tetap melakukan pengambilan material di sungai seloto dan patut diduga aktifitas PT BRL ini tidak mengantongi ijin galian C dan terindikasi diback up oleh oknum Kades Seloto,” kata narasumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini melalui via WhatsApp, Sabtu pagi (20/02/2021).

Menurutnya, suatu hal yang mustahil dan tidak masuk akal jika ijin penambangan pasir milik PT BRL dikeluarkan oleh Kepala Desa yang bukan menjadi kewenangannya. Sedangkan dari sisi regulasi jelas, bahwa kewenangan pertambangan sudah dilimpahkan kepada Pemerintah Provinsi.

” Setiap kami turun ke lokasi dan mempertanyakan siapa yang memberi ijin, perwakilan management dan karyawan PT BRL menjawab bahwa mereka diberikan ijin oleh Pak Kades Seloto, tentu kami geram dan menyesalkan jika pemimpin kami benar terlibat dalam pemberian ijin penambangan ilegal ini,” tegasnya.

Nampak digambar kualitas air sungai Seloto berwarna kecoklatan dan rusak parah akibat dari aktifitas PT BRL

Masih keterangan dari narasumber ini, disampaikan bahwa warga desa kecewa berat dengan ulah oknum Kepala Desa Seloto yang tidak peduli dengan nasib lingkungan sekitar. Terlebih sungai tersebut menjadi tempat mencuci pakaian oleh warga sekitar bantaran sungai.

” Kini kondisi sungai sudah tidak layak digunakan warga dibantaran sungai, karena kondisinya sudah keruh kecoklatan. Lingkungan sekitar sungai kami rusak parah dan sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh warga,” keluhnya kepada PT BRL.

Selanjutnya, ia berharap agar aparat penegak hukum bisa menindak tegas setiap kegiatan ataupun aktifitas dari perusahaan yang melanggar dan lebih-lebih tidak mengantongi ijin galian C.

” Dalam aktifitasnya, perusahaan BRL juga tidak memperhatikan waktu operasi, mereka beraktifitas pada saat jam ibadah warga, sehingga ibadah jadi terganggu karena kebisingan akibat aktifitas truk angkutan yang lalu lalang,” paparnya melalui via WhatsApp.

Terakhirnya ia menyampaikan, sampai saat ini PT BRL masih melakukan aktifitasnya meskipun tanpa mengantongi ijin galian C. Dimana BRL memberikan retribusi 10.000/retase kepada oknum Kepala Desa setempat dalam memuluskan usaha penambangan pasir ilegal itu.

Terpisah, Kepala Desa Seloto yang coba dihubungi media Magaparang News juga tidak mengindahkan panggilan. Padahal klarifikasi sangat dibutuhkan sebagai bentuk perimbangan serta check and balance dalam setiap pemberitaan.

Sebelum berita diturunkan, media ini juga berupaya menghubungi Wawan selaku salah satu perwakilan management PT BRL, namun tidak juga menerima panggilan dan termasuk humas BRL saat coba dikonfirmasi via telpon belum juga memberikan klarifikasi terkait penambangan pasir ilegal ini. (Mn-Jef)

Related posts

10 Persen Saham Amman Terjual, Medco Kantongi US$200 Juta Awal 2021

Redaksi Magaparang

Besaran Dana BOS 2021 Antardaerah Tidak Lagi Sama

Redaksi Magaparang

Desa Beru Jereweh Miliki Sunset Indah di Pantai Jelenga

Redaksi Magaparang

Leave a Comment