HUKUM DAN KRIMINAL NASIONAL

Hukuman Mati Menanti Kepala Sekolah Korupsi Dana BOS

Jakarta, Magaparangnews – Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Chatarina Muliana Girsang mengimbau untuk tidak melakukan penyelewengan dana Bos. Pesan ini khususnya ditujukan kepada kepala sekolah maupun guru  pada saat pandemi Covid-19.

Bahkan Chatarina mengatakan, jika dana BOS digunakan untuk kepentingan pribadi maka ancamannya adalah hukuman mati.

“Terlebih penyelewengan selama pandemi Covid-19, jika digunakan untuk kepentingan pribadi, maka ancamannya pada saat bencana seperti saat ini adalah hukuman mati,” kata Chatarina, pada Jumat 11 September 2020

Ia juga berharap penyelewengan dana BOS tidak dilakukan baik pada masa pandemi maupun pada saat kondisi sudah normal kembali.

“Kita tentu tidak ingin ada kepsek dan guru yang berhadapan dengan hukum. Apalagi saat ini kita kekurangan kepsek dan guru,” ujarnya.

“Untuk itu, saya mengetuk hati para pemangku kepentingan agar dana BOS seluruhnya digunakan untuk peningkatan aksesibilitas dan kualitas pembelajaran,” tambahnya.

Menurutnya, pengelolaan dana BOS, harus mengedepankan prinsip fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi.

Sehingga, untuk pengawasan bidang pendidikan, tak hanya dilakukan Itjen kemendikbud saja.

Akan tetapi juga mengikut sertakan Itjen Kemendagri, Itjen Kemenkeu, Ombudsman, BPKP, Polri, Kejaksaan, KPK, dan lainnya.

Chatarina menjelaskan, anggaran dana BOS tidak kecil yaitu mencapai Rp54 triliun.terdiri dari BOS Reguler, BOS Afirmasi, dan BOS Kinerja.

“Namun selalu ada laporan berbagai modus penyalahgunaan dana BOS. Kami merangkum ada setidaknya 12 modus penyalahgunaan dana BOS,” ujarnya.

Ia menjelaskan, modus-modus tersebut di antaranya kepala sekolah diminta menyetor sejumlah uang tertentu kepada pengelola dana BOS di Dikbud dengan dalih mempercepat pencairan, kepala sekolah menyetor sejumlah uang kepada oknum Dikbud.

Serta penyelewengan dalam bentuk barang dan jasa, pihak sekolah selalu berdalih jika dana BOS kurang, sekolah memandulkan peran komite sekolah, dan dewan pendidikan dengan tujuan memudahkan pengelolaan dana BOS.(MN)

Sumber : Itjen Kemendikbud

Related posts

Desa Benete dan Desa Goa Memiliki Bhabinkamtibmas Yang Ulet dan Loyal

Redaksi Magaparang

Jaksa Telusuri Indikasi Korupsi Pengadaan Ikan Teri JPS

Redaksi Magaparang

Akibat Nonton Film Dewasa, Pria Bujangan Hamili Kakak Kandung

Redaksi Magaparang

Leave a Comment