NEWS PEMERINTAH DESA SUMBAWA

Empat Kades Di Jereweh Desak PT AMNT Buka Ruang Dialog

Jereweh, Magaparangnews — Empat Kepala Desa di Kecamatan Jereweh menilai PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) menutup kran pemberdayaan bagi desa. Hal tersebut muncul, karena sejauh ini belum ada sedikitpun sentuhan pemberdayaan bagi 16  Desa di wilayah lingkar tambang (Maluk, Jereweh, Sekongkang).

Berangkat dari persolan tersebut, sehingga mendorong 4 Kepala Desa di Kecamatan Jereweh menginisiasi pertemuan dengan tujuan untuk bisa bertemu dan berdialog dengan jajaran inti management PT Amman Mineral.

” Saat ini terkesan PT Amman Mineral menjaga jarak dengan 16 Kepala Desa, dan semakin tidak peduli dengan keberadaan desa yang ada di wilayah lingkar tambang, terutama dalam ruang pemberdayaan sangat dibutuhkan kontribusinya agar 16 Desa bisa diperhatikan dan diberikan porsi pemberdayaan,” ungkap Kepala Desa Belo Kaharuddin, S.Hi.,M.Pd dalam sebuah pertemuan singkat di salah satu kedai kopi Desa Goa, malam ini Kamis (21/1/2021).

Nampak 4 Kades di Jereweh bersama Camat Jereweh saat menggelar pertemuan

Menurut Kades Kahar akrab disapa, sudah saatnya desa sebagai otonomi tingkat III menjadi skala prioritas dalam konteks pemberdayaan oleh PT AMNT, mengingat kami memiliki tanggung jawab dalam memberikan jaminan kesejahteraan kepada masyarakat desa yang kami pimpin.

” Harus diakui, bahwa 16 Desa butuh diperhatikan PT AMNT dalam konteks pemberdayaan, karena tanggung jawab tersebut hak semua desa di lingkar tambang yang wajib dipenuhi management perusahaan” jelas Kades Kahar.

Desa yang terdampak pada eksploitasi tambang milik PT Amman Mineral, sudah seharusnya diberdayakan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

” Dari total alokasi anggaran CSR PT Amman Mineral, jangan sampai 16 desa yang berada di ring satu wilayah lingkar tambang termarginalkan oleh sistem dan keadaan yang sengaja didesign perusahaan. Sehingga bersama 3 Kades lainnya kami akan menginisiasi pertemuan di Maluk pada hari Rabu 27 Januari 2021 bersama seluruh Kades di tiga kecamatan (Jereweh, Maluk, Sekongkang),” tegas Kades Kahar.

Selama operasi PT Amman Mineral, lanjut Kades Kahar, perusahaan memang sudah banyak melaksanakan berbagai program kepada warga lingkar perusahaan, baik itu program bersifat bantuan dan pelatihan namun masih nyaris nihil sentuhan pemberdayaan kepada desa-desa yang ada di lingkar tambang.

” Namun, untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan, masih minim terutama kepada desa. Program PT Amman Mineral lebih banyak terfokus kepada kegiatan ceremoni semata dari pada program yang berdampak langsung terhadap penguatan sosial ekonomi dan program jangka panjang lainnya,” tutup Kades Kahar.

Senada dengan Kades Dasan Anyar Muhammad Solihin, agar PT Amman Mineral jangan hanya terfokus pada program dan kegiatan yang tingkat manfaatnya hanya untuk sesaat, namun harus berdampak jangka panjang.

” Dengan dana CSR yang begitu besar, sudah semestinya 16 desa sekitar perusahaan diberdayakan dengan baik, bukan malah sebaliknya kemiskin yang terstruktur terjadi,” imbuhnya.

Kemudian Kades Goa Baihaqi, menekankan agar keputusan yang kami ambil ini dapat dipertimbangkan oleh jajaran management PT Amman Mineral, sehingga menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan kesejahteraan di wilayah lingkar tambang ini.

” Gerakan yang kami inisiasi ini sebagai bentuk penyatuan gerakan dan menyatukan persepsi agar PT Amman Mineral memberikan porsi pemberdayaan bagi 16 Kepala Desa di lingkar tambang,” kata Kades Baihaqi.

Lanjut Kades Baihaqi, kami juga mendesak petinggi PT Amman Mineral agar membuka ruang dialog dengan semua kades di wilayah lingkar tambang.

” Kami ingin bertemu dengan para petinggi PT Amman Mineral yang memiliki kewenangan secara kebijakan dan anggaran, terutama kami ingin bertemu dengan saudara Ray Pulungan dan Saudara Cakil,” cetus Kades Baihaqi.

Sedangkan Kades Beru Joehari Effendy, S.Ap yang tidak sempat hadir, coba dihubungi via selular menyatakan mendukung penuh apa yang menjadi hajat dan harapan dari teman-teman Kades di Kecamatan Jereweh.

” Selama yang diperjuangkan menyangkut hajat hidup orang banyak, kenapa tidak harus kita dukung, apalagi ini menyangkut masalah hidup masyarakat banyak dan saya nyatakan mendukung penuh,” pungkas Kades Joe akrab disapa.

Pantauan media Magaparang News, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Jereweh, Kades Belo, Kades Goa, Kades Dasan Anyar, Kasi Pemerintahan Desa Goa, sejumlah staf dari desa Goa dan para istri dari Kades

Sebagai informasi, hasil pertemuan yang diinisiasi 4 Kades di Kecamatan Jereweh akan bermuara sampai menggelar pertemuan Akbar di Kecamatan Maluk yang akan menghadirkan 16 Kepala Desa yang ada di Kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang dengan mendesak PT AMNT untuk membuka ruang dialog dan menuntut pemberdayaan bagi seluruh desa di lingkar tambang.

Dimana rencana pertemuan tersebut akan dijadwalkan pada hari Rabu, tanggal 27 Januari 2021 dengan tujuan untuk menyatukan persepsi bersama Kepala Desa lainnnya dalam mencapai tujuan bersama. (MN-Wend)

Related posts

Ketua TP PKK Desa Beru Jereweh, Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Desa Batu Rotok

Redaksi Magaparang

Kabid Humas Polda NTB Silaturrahmi Bersama Forkopimda dan Para Awak Media Di KSB

Redaksi Magaparang

Bagi Pelaku Korupsi Dana Covid-19, Pidana Mati Menanti

Redaksi Magaparang

Leave a Comment